Media transmisi adalah media yang menghubungkan antara pengirim dan penerima informasi (data), karena jarak yang jauh, maka data terlebih dahulu diubah menjadi kode/isyarat, dan isyarat inilah yang akan dimanipulasi dengan berbagai macam cara untuk diubah kembali menjadi data. Media transmisi digunakan pada beberapa peralatan elektronika untuk menghubungkan antara pengirim dan penerima supaya dapat melakukan pertukaran data. Beberapa alat elektronika, seperti telepon, komputer, televisi, dan radio membutuhkan media transmisi untuk dapat menerima data. Seperti pada pesawat telepon, media transmisi yang digunakan untuk menghubungkan dua buah telepon adalah kabel. Setiap peralatan elektronika memiliki media transmisi yang berbeda-beda dalam pengiriman datanya.
Guided media menyediakan jalur transmisi sinyal yang terbatas secara fisik, meliputi twisted-pair cable, coaxial cable (kabel koaksial) dan fiber-optic cable (kabel serat optik). Sinyal yang melewati media-media tersebut diarahkan dan dibatasi oleh batas fisik media. Twisted-pair dan coaxial cable menggunakan konduktor logam yang menerima dan mentransmisikan sinyal dalam bentuk aliran listrik. Optical fiber/serat optik menerima dan mentransmisikan sinyal data dalam bentuk cahaya.
Open Wire
Pada awal mula hampir semua sambungan telepon dibuat dari sarana sepasang kawat yang direntangkan diantara tiang-tiang telepon.Berpasang-pasang kawat yang direntangkan dari isolator pada persilangan tiang-tiang.Kawatnya terbuat dari tembaga,atau baja yang dilapisi tembaga baja untuk kekuatannya,tembaga untuk kekuatannya,tembaga untuk konduktivitasnya.Pada frekuensi di atas 1000 Hz,sebagian besar arus mengalir di bagian “kulit luar” kawat,yaitu di lapisan tembaga.Kawat dalam setiap pasangan ini berdiameter sekitar 0,128 inci dan jaraknya sekitar 8 sampai 12 inci.
Sepasang kawat ini dapat merambat percakapan telepon jarak jauh tanpa memerlukan penguatan.Dengan kawat semacam itulah,sebagai contoh,orang New York dapat berbicara dengan orang Denver sebelum penguat yang terbuat dari tabung hampa udara ditemukan.Kini sering kali diperlukan untuk mengirimkan beberapa channel suara bersama-sama melalui sepasang kawat yang sama.Ini memerlukan frekuensi lebih tinggi,dan pada frekuensi yang lebih tinggi penurunan (attenution) akan lebih besar.Oleh karena itu dipasang lebih banyak penguat (amplifier) dalam jalur itu.
Wire Pair (sepasang kawat) ini rentan terhadap Crosstalk (kebocoran percakapan).Kopling induktif atau elektromagnet akan menghasilkan interferensi,dan percakapan pada salah satu pasangan akan sayup-sayup terdengar oleh pasangan kawat didekatnya.Penambahan jarak pemisahan antar masing-masing pasangan dan pemutaran periodik dari kawat ini mengurangi interferensi ini sampai ketingkat dapat diabaikan.Kondisi cuaca mempengaruhi hilangnya attenuasi (penurunan) pada jalur open wire ini.Kebocoran terjadi pada isolator bila basah.Resistansi kawat meningkat sejalan dengan temperaturnya,dan kondisi basah dan lembab meningkatkan penurunannya.
Twisted-Pair Cable
Kabel STP mengkombinasikan teknik-teknik perlindungan dan antisipasi tekukan kabel. STP yang peruntukan bagi instalasi jaringan ethernet, memiliki resistansi atas interferensi elektromagnetik dan frekuensi radio tanpa perlu meningkatkan ukuran fisik kabel. Kabel Shielded Twister-Pair nyaris memiliki kelebihan dan kekurangan yang sama dengan kabel UTP. Satu hal keunggulan STP adalah jaminan proteksi jaringan dari interferensi-interferensi eksternal, sayangnya STP sedikit lebih mahal dibandingkan UTP.
Tidak seperti kabel coaxial, lapisan pelindung kabel STP bukan bagian dari sirkuit data, karena itu perlu diground pada setiap ujungnya. Pada prakteknya, melakukan ground STP memerlukan kejelian. Jika terjadi ketidaktepatan, dapat menjadi sumber masalah karena bisa menyebabkan pelindung bekerja sebagai layaknya sebuah antenna; menghisap sinyal-sinyal elektrik dari kawat-kawat dan sumber-sumber elektris lain disekitarnya. Kabel STP tidak dapat dipakai dengan jarak lebih jauh sebagaimana media-media lain (seperti kabel coaxial) tanpa bantuan device penguat (repeater).
ü Kecepatan dan keluaran: 10-100 Mbps
ü Biaya rata-rata per node: sedikit mahal dibadingkan UTP dan coaxial
ü Media dan ukuran konektor: medium
ü Panjang kabel maksimum yang diizinkan : 100m (pendek).
· Unshielded Twisted-Pair (UTP)
Untuk UTP terdapat pula pembagian jenis yakni:
ü Category 1 : sifatnya mampu mentransmisikan data kecepatan rendah. Contoh: kabel telepon.
ü Category 2 : sifatnya mampu mentransmisikan data lebih cepat dibanding category 1. Dapat digunakan untuk transmisi digital dengan bandwidth hingga 4 MHz.
ü Category 3 : mampu mentransmisikan data hingga 16 MHz.
ü Category 4 : mamu mentransmisikan data hingga 20 MHz.
Category 5 : digunakan untuk transmisi data yang memerlukan bandwidth hingga 100 MHza. Fiber-Optic Cable (Kabel Serat Optik)
Kabel fiber optic merupakan media networking yang mampu digunanakan untuk transmisi-transmisi modulasi. Jika dibandingkan media-media lain, fiber optic memiliki harga lebih mahal, tetapi cukup tahan terhadap interferensi elektromagnetis dan mampu beroperasi dengan kecepatan dan kapasitas data yang tinggi. Kabel fiber optic dapat mentransmisikan puluhan juta bit digital perdetik pada link kabel optic yang beroperasi dalam sebuah jaingan komersial. Ini sudah cukup utnuk mengantarkan ribuan panggilan telepon.
Beberapa keuntungan kabel fiber optic:
ü Kecepatan: jaringan-jaringan fiber optic beroperasi pada kecepatan tinggi, mencapai gigabits per second;
ü Bandwidth: fiber optic mampu membawa paket-paket dengan kapasitas besar;
ü Distance: sinyal-sinyal dapat ditransmisikan lebih jauh tanpa memerlukan perlakuan “refresh” atau “diperkuat”;
ü Resistance: daya tahan kuat terhadap imbas elektromagnetik yang dihasilkan perangkat-perangkat elektronik seperti radio, motor, atau bahkan kabel-kabel transmisi lain di sekelilingnya.
ü Maintenance: kabel-kabel fiber optic memakan biaya perawatan relative murah.
0 komentar:
Posting Komentar